Bagaimana Terjadinya Proses Pembentukan Sel Telur?

Bagaimana Terjadinya Proses Pembentukan Sel Telur?

Sistem reproduksi wanita yakni vagina memiliki proses pembentukan sel telur yang merupakan bagian penting untuk melanjutkan keturunan. Agar terjadi kehamilan, wanita akan membutuhkan sel telur yang matang sehingga siap untuk dibuahi. 

Sebelumnya, telah terjadi proses pembentukan sel telur atau dalam bahasa medisnya dikenal dengan proses pembentukan sel telur (oogenesis). Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut di bawah ini!

Apa Itu Oogenesis?

Mengutip dari laman Fertilitypedia, proses pembentukan sel telur disebut dengan oogenesis yang biasanya terjadi di dalam indung telur (ovarium). Sel telur tersebut sudah ada di tubuh wanita sejak Anda masih berusia 8-20 minggu di dalam kandungan. Ovarium di dalam embrio biasanya memiliki sekitar 600 ribu sel oogonium.

Oogonium (sel induk telur) akan memperbanyak diri dengan cara mitosis (membelah diri) yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari 7 juta oosit primer. Namun, jumlah oosit primer ini akan terus berkurang sampai janin lahir, hingga jumlah sel telur hanya sekitar 1 juta buah. Oosit sendiri merupakan sel telur yang belum matang dan akan berkembang sekaligus matang pada lapisan luar ovarium.

Baca Juga: Apa Penyebab Terjadinya Infeksi Saluran Kemih (ISK)?

Tahapan Proses Pembentukan Sel Telur

Oogenesis atau proses pembentukan sel telur terjadi di dalam kelenjar reproduksi, dimana kelenjar ini menghasilkan gamet (sel germinal) untuk pembentukan sel telur selanjutnya.

Ada beberapa tahapan dalam proses pembentukan sel telur, yakni: 

1. Fase Penggandaan atau Pembelahan

Proses oogenesis dimulai saat adanya mitosis dan meiosis. Mitosis merupakan proses pembelahan sel yang menghasilkan sel anak (dua gamet) yang identik. Sementara, untuk meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 gamet, dimana masing-masing memiliki jumlah kromosom setengah dari sel induknya.

Sel induk telur atau oogonium nantinya akan matang dan bermitosis menjadi oosit primer dimana ukurannya akan membesar. Lalu, oosit primer ini nantinya akan terbelah jadi dua bagian yang menghasilkan oosit sekunder yang merupakan hasil dari pembelahan.

2. Fase Pertumbuhan

Fase selanjutnya adalah fase pertumbuhan atau growth phase, dimana fase ini yang paling lama. Pembelahan sel telur pertama pada oogenesis ini mengalami perkembangan di bagian sel (sitoplasma) yang tidak seimbang sehingga prosesnya berbeda dengan spermatogenesis.

Alhasil, terdapat satu oosit (sel telur yang belum matang) jadi memiliki banyak sitoplasma, sementara oosit lainnya tidak memiliki sitoplasma. Oosit yang punya banyak sitoplasma tersebut ukurannya lebih besar dibandingkan oosit yang tidak memiliki sitoplasma. 

Oosit yang lebih kecil inilah yang disebut dengan badan polar pertama. Oosit primer biasanya memiliki jumlah kromosom yang sama dengan sel induk telur yakni 23 pasang kromosom dan badan polar pertama. 

Sementara, oosit sekunder biasanya kembali mengalami mitosis agar membentuk badan polar kedua dan ootid. Pada masa pubertas, 60.000 - 80.000 folikel primer bisa ditemukan di tiap sel telur.

3. Fase Pematangan Sel Telur

Proses pembentukan sel telur selanjutnya adalah maturation phase atau fase pematangan yaitu ketika meiosis I sudah terpenuhi. Ketika berada di tahap ini, 2 sel haploid terbentuk dalam folikel, namun ukurannya berbeda.

Satu sel anak lalu akan membentuk badan kutub, sementara sel anak lainnya masuk ke dalam tahap meiosis II. Setelah itu, badan kutub akan membentuk dua badan kutub ketika oosit sekunder berada di tahap metafase meiosis kedua.

Baca Juga: Wanita Perlu Tahu Apa Itu Fibroid Rahim

Bisa disimpulkan bahwa proses pembentukan sel telur akan dimulai melalui meiosis (pembelahan yang menghasilkan 4 gamet) dan mitosis (pembelahan yang menghasilkan 2 sel anak identik).

Sel telur ini akan "tertidur" dan baru "terbangun" saat Anda sudah memasuki usia pubertas. Pada masa pubertas inilah proses pembentukan sel telur dan pematangannya terjadi.

Saat masa ovulasi, sel telur yang sudah matang akan dilepaskan oleh indung telur ke saluran telur (tuba falopi). Apabila berhasil dibuahi oleh sperma, maka sel telur akan menetap di tuba falopi dan menempel di dinding rahim. 

Untuk mendeteksi masa subur ini, Anda bisa menggunakan Andalan Ovulation Test Kit yang memiliki fungsi untuk mendeteksi masa subur secara lebih cepat dan praktis. Saat Anda sudah mengetahui masa subur, maka bisa mendeteksi masalah terkait reproduksi dan menunda kehamilan. Bila tidak, maka sel telur akan dikeluarkan dari dalam rahim bersamaan dengan darah dan lapisan dalam rahim kira-kira setiap sebulan sekali mengikuti siklus menstruasi.

Berita & Artikel Lain

PRODUK TERKAIT

Berita & Artikel Lain