Yuk Pahami 4 Fase Siklus Menstruasi Wanita!

Fase menstruasi terdiri dari beberapa tahapan yang harus dilalui tubuh wanita untuk mempersiapkan kemungkinan hamil setiap bulannya. Fluktuasi hormon bertanggung jawab untuk transisi tubuh dari satu fase ke fase berikutnya. 

Periode setiap fase juga dapat bervariasi dari orang ke orang dan dapat berubah seiring waktu dan seiring bertambahnya usia. Lalu, apa saja fase menstruasi pada wanita? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Fase Menstruasi

Merupakan tahap pertama dari fase menstruasi dan dimulai saat sel telur yang dikeluarkan dari ovarium dari siklus sebelumnya tidak dibuahi. Hal ini menyebabkan kadar progesteron dan estrogen menurun. Begitu pula lapisan rahim (endometrium) yang menebal dan sudah dipersiapkan tubuh jika terjadi kehamilan, maka akan meluruh. 

Cairan menstruasi yang keluar mengandung darah, sel-sel dari lapisan rahim (sel endometrium) dan lendir. Fase ini bisa berlangsung selama 3-8 hari dengan beberapa gejala yang timbul, seperti:

  • Kram;
  • Perubahan suasana hati;
  • Kembung;
  • Sakit kepala;
  • Nyeri punggung bawah; dan
  • Kelelahan.

Pembalut atau tampon digunakan untuk menyerap aliran menstruasi. Baik pembalut maupun tampon perlu diganti secara teratur (setidaknya setiap empat jam). Namun, menggunakan tampon telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit langka yang disebut sindrom syok toksik (TSS).

2. Fase Folikuler

Fase folikuler atau proliferasi biasanya terjadi berbarengan dengan fase menstruasi. Pada awal siklus, daerah otak yang disebut hipotalamus memberi sinyal pada kelenjar pituitari untuk melepaskan Follicle Stimulating Hormone (FSH). 

Hormon FSH merangsang ovarium untuk menghasilkan sekitar 5 hingga 20 kantung kecil yang disebut folikel. Setiap folikel mengandung sel telur yang belum matang. Telur yang paling sehat akan matang sementara sisa folikel menyerap kembali ke dalam tubuh.

Saat folikel matang, tubuh melepaskan estrogen ekstra yang merangsang lapisan rahim menebal. Lapisan yang menebal bisa memberikan nutrisi yang diperlukan bagi telur yang dibuahi. Dilansir dari The Normal Menstrual Cycle and the Control of Ovulation fase folikular biasanya berlangsung sekitar 10–16 hari dan akan berakhir ketika tubuh Anda berovulasi.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid, Catat Yuk!

3. Fase Ovulasi

Meningkatnya kadar estrogen selama fase folikuler memicu kelenjar pituitari untuk melepaskan Luteinizing Hormone (LH) dan FSH. Nantinya, LH akan merangsang proses ovarium melepaskan sel telur yang matang, inilah yang dikenal dengan ovulasi.

Ovulasi adalah saat ovarium Anda melepaskan sel telur yang matang yang kemudian berjalan menuruni tuba falopi menuju rahim. Setiap saat selama perjalanan sel telur, sperma dapat membuahinya. Bagi Anda yang sedang mempersiapkan kehamilan, sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda fase ovulasi, seperti:

  • Sedikit kenaikan suhu tubuh basal. Anda dapat mengukur suhu basal di rumah dengan termometer sensitif.
  • Keputihan yang lebih kental yang memiliki tekstur putih telur.

Selain memperhatikan tanda-tanda fase ovulasi, dengan Andalan Ovulation Test Kit Anda dapat mengetahui masa ovulasi dengan keakuratan hingga 99,9%. Biasanya, ovulasi berlangsung selama 24 jam sekitar hari ke 14 jika Anda memiliki siklus 28 hari. Setelah sehari, sel telur akan mati atau larut jika tidak dibuahi. 

Siklus menstruasi terdiri dari beberapa tahapan, atau fase, yang harus dilalui tubuh wanita untuk mempersiapkan kemungkinan hamil setiap bulannya. Fluktuasi hormon bertanggung jawab untuk transisi tubuh dari satu fase ke fase berikutnya.

Baca juga: 7 Jenis Bau Vagina: Penyebab & Cara Pengobatannya

4. Fase Luteal

Fase menstruasi terakhir disebut dengan fase luteal. Selama ovulasi, sel telur keluar dari folikelnya, tetapi folikel yang pecah tetap berada di permukaan ovarium. Selama sekitar dua minggu berikutnya, folikel berubah menjadi struktur yang dikenal sebagai korpus luteum. 

Struktur ini mulai melepaskan progesteron, bersama dengan sejumlah kecil estrogen. Kombinasi hormon ini menjaga dinding rahim tetap tebal, menunggu sel telur yang telah dibuahi menempel (implan).

Jika sel telur dibuahi, tubuh akan memproduksi human Chorionic Gonadotropin (hCG). hCG membantu menjaga lapisan rahim tetap tebal agar sel telur yang telah dibuahi berkembang menjadi embrio.

Namun, jika sel telur tidak dibuahi selama ovulasi, korpus luteum akan layu dan mati, biasanya sekitar hari ke 22 dalam siklus 28 hari. Fase luteal berlangsung selama 11 hingga 17 hari. Durasi rata-rata menurut Journal of Obstet Gynecol Clin North Am adalah 14 hari. 

Pada masa ini, kadar estrogen dan progesteron juga menurun yang menandai dimulainya fase menstruasi. Setelah itu, siklus akan kembali berulang.

Kebanyakan wanita memiliki siklus menstruasi bulanan dari pubertas sampai menopause. Setiap fase menstruasi terdiri dari empat fase yang berperan dalam mempersiapkan tubuh untuk kehamilan. Untuk itu, sangat penting bagi Anda mengetahui kapan mendapatkan menstruasi dan berapa lama berlangsungnya. Waspadai setiap perubahan dan konsultasikan jika mengalami gejala yang tidak normal dengan Halo DKT.

Berita & Artikel Lain

PRODUK TERKAIT

Berita & Artikel Lain