Fungsi & Cara Kerja Hormon Progesterone untuk Wanita

Tentu, Anda sudah tak asing lagi mendengar tentang hormon progesterone. Sama seperti esterogen, hormon ini merupakan jenis hormon steroid yang berperan dalam mengontrol menstruasi dan kesuburan wanita. Agar tahu lebih dalam, yuk, kenal lebih lanjut dengan hormon yang satu ini!

Apa Itu Hormon Progesterone?

Progesteron adalah salah satu hormon seks wanita yang mempengaruhi siklus menstruasi, embriogenesis, mempersiapkan tubuh untuk pembuahan, dan berperan dalam menjaga kehamilan.

Dilansir dari Hormone Health Network, secara alami hormon progesterone diproduksi oleh kelenjar adrenal dan korpus luteum, yaitu kelenjar endokrin sementara di ovarium yang diproduksi tubuh setelah ovulasi setiap bulannya. 

Namun, selain bisa diproduksi secara alami di dalam tubuh, hormon progesteron juga bisa dibuat di laboratorium dengan istilah umumnya adalah “Progestin”. Para ilmuwan membuat progestin karena progesteron tidak diserap dengan baik ketika diminum sebagai pil.

Progestin sering dikombinasikan dengan estrogen yang digunakan sebagai alat kontrasepsi seperti pil KB, implan, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), dan suntikan.

Baca juga: Pil KB Andalan: Solusi Pil KB Yang Bagus

Fungsi Hormon Progesterone pada Wanita 

Hormon progesterone memiliki banyak peran dalam tubuh seperti mempersiapkan rahim sebagai tempat tumbuhnya janin. Bersama dengan estrogen, hormon ini mengubah lendir rahim agar menjadi kental dan menebal selama usia kehamilan.

Kedua hormon ini juga membantu merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI yang nantinya digunakan untuk menyusui bayi. Namun, jika sel telur tidak dibuahi, maka kadar progesterone menurun dan lapisan rahim luruh.

Selain mempersiapkan proses kehamilan, hormon progesterone juga bisa mencegah kehamilan. Pil KB Andalan dan Implan Andalan adalah alat kontrasepsi yang mengandung hormon progesterone. 

Menurut Journal of Oral Contraceptive Pills, hormon progesterone atau progestin pada alat kontrasepsi dapat menghambat indung telur atau ovarium melepaskan sel telur untuk mencegah kehamilan. 

Lapisan lendir di dalam leher rahim akan menebal sehingga dapat mencegah sperma membuahi sel telur. Progesterone juga membuat dinding rahim menipis sehingga sel telur yang berhasil dibuahi akan sulit menempel pada dinding rahim. 

Bagi Anda yang sedang menyusui, komposisi hormon progesterone tidak akan mengganggu kualitas dan produktivitas ASI. Selain itu juga menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang alergi terhadap hormon estrogen yang biasanya terkandung dalam metode KB hormonal.

Baca juga: Jenis, Cara Kerja dan Efek Kontrasepsi Hormonal

Cara Kerja Hormon Progesterone

Setelah Anda berovulasi setiap bulannya, progesterone akan membantu menebalkan lapisan rahim sebagai persiapan sel telur yang akan dibuahi. 

Jika terjadi kehamilan, kadar hormon akan mengalami peningkatan pada trimester pertama karena menjaga otot rahim tetap rileks dan memberi nutrisi pada janin. Namun, jika sel telur tidak dibuahi, korpus luteum rusak sehingga menurunkan kadar progesterone dalam tubuh dan memicu menstruasi.

Hormon progesterone yang terdapat dalam alat kontrasepsi dapat mengubah lapisan rahim dan menghentikan pembentukan lapisan, yang mencegah kehamilan dan menyeimbangkan dominasi estrogen.

Dilansir dari The Ovary (Third Edition), dosis tinggi progesterone bertindak untuk meredam pelepasan gonadotropin dari hipofisis yang mencegah pematangan penuh folikel dan lonjakan LH, sehingga bisa mencegah terjadinya ovulasi.

Itulah tadi fungsi dan cara kerja dari hormon progesterone. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait metode kontrasepsi hormon progesterone, segera konsultasikan dengan Halo DKT untuk mendapat penanganan yang tepat.

Berita & Artikel Lain

PRODUK TERKAIT

Berita & Artikel Lain